Friday, December 3, 2010

My Sahur Story

Waktu bulan Ramadhan lalu (Agust - Sept 2010) aku ikutan lomba menulis cerita sahur nih di tabloidnova.com, temanya "My Sahur Story" dan Alhamdulillah masuk 3 besar dan dapat hadiah microwave...nih aku post yaah..ceritanya...

Cerita "sedih" dan "seru" Ramadhan ku tahun ini..
Ditulis oleh farraqina

Puasa tahun ini adalah puasa yang “lumayan” berat dan “seru” bagiku. Bagaimana tidak? Karena tepat di hari ke sepuluh bulan Ramadhan (20 Agustus 2010), anak sulungku, positif terkena demam berdarah dan harus dirawat dirumah sakit. Setelah beberapa hari sebelumnya demam dan test darah. Walaupun sudah disarankan oleh dokter untuk dirawat inap, ternyata, semua kamar di rumah sakit penuh, harus waiting list dan akan dikabarkan kalau sudah ada kamar (sampai kapan coba…? ) Sampai tengah malam aku dan suamiku masih sibuk telfon sana sini untuk mendapatkan kamar untuk anakku. Alhamdulillah, setelah sms dokternya, kami dapat tempat di rumah sakit lain (tempat dokternya praktek juga) dan saat itu disitu pun tinggal 1 bed yang kosong. Langsung lah kami kesana, tiba disana jam 03.00 pagi dan tidak ingat untuk sahur.


Sekitar jam 03.30 pagi baru kami bingung cari makan buat sahur, karena pada saat itu cafĂ© rumah sakit pun sudah tutup. Akhirnya suamiku memutuskan untuk mencari makanan disekitar rumah sakit tsb, dan alhamdulillah..ada warteg yang buka dekat situ, baru kali ini kami makan sahur di warteg, he..he..tapi yah apa boleh buat. Selama dirumah sakit, aku dan suami ku bergantian menjaganya, karena dirumah masih ada 2 adiknya, dan yang satu masih menyusu dengan ku, maka aku menjaga nya dari pagi sampai malam, dan pulang kantor suamiku langsung ke rumah sakit berganti denganku, dan baru sekitar jam 21.00 atau jam 22.00 aku kembali ke rumah. Sedih juga aku melihat si bungsu yang masih tetap terjaga sampai aku pulang, dan langsung menarikku ke kamar begitu aku turun dari mobil. Jam 03.00 bangun sahur, makan alakadarnya, apa saja yang ada, telor, abon, semua makanan “cepat saji”, sementara suami ku dengan ikhlas setiap sahur makan di warteg samping rumah sakit, kasihan dia, tapi aku sangat bersyukur, alhamdulillah, karena dia suami yang selalu mengerti dan tidak pernah menuntut. Dia juga sangat mengerti aku pun tidak akan sempat membawakan dia makanan untuk sahur, karena waktu ku juga terbatas dirumah, tiba dirumah sekitar jam 22.00 atau 23.00 malam, langsung mengurus si bungsu, jam 03.00 bangun sahur, setelah itu langsung berangkat ke rumah sakit untuk menggantikannya.

Terkadang pada saat mau sahur si bungsu masih dengan nyamannya menikmati ASI nya. Setelah ASI lepas dari dia, buru – buru aku sahur, mandi dan langsung berangkat ke rumah sakit. Alhamdulillah, ibuku masih bisa membantu mengawasi anak – anak dirumah. Kalau dipikir, sedih juga sahur sendiri dan terburu – buru. Tapi tak apalah, yang penting anak kami cepat sembuh, dan kami selalu berdoa agar anakku segera sembuh, segera pulang kerumah dan kami pun bisa sahur bersama – sama lagi.

Menyetir mobil sendirian tengah malam menjelang pagi merupakan keseruan tersendiri, kadang terpikir juga jalanan sepi, wanita sendirian, hanya bisa berdoa pada Allah SWT agar semua lancar dan selamat tiba ditujuan. Setelah sholat subuh, suamiku pulang kerumah, untuk bersiap – siap berangkat ke kantor. Biasanya setelah suamiku pergi barulah terasa capek dan ngantuknya yang luar biasa, dan tentu saja tidak mungkin bisa tidur karena aku harus mengurus anakku. Membujuknya setiap jam 6 pagi agar mau diambil darah, membujuknya makan, minum karena pada saat itu anakku benar – benar tidak mau makan apapun, dan membujuknya agar mau minum obat. Tambah lagi dihari – hari pertama panasnya masih naik turun, dan dia pasti menggigil kalau panasnya sudah tinggi, kepalanya pusing dan badannya pegal –pegal. Sedih aku melihatnya. Tetapi alhamdulillah, walaupun sibuk ,mengurus anakku, Allah selalu memberiku kekuatan sehingga aku tetap lancar menjalankan ibadah puasaku, sama sekali tidak terasa berat. Dan setelah 6 hari dirawat di rumah sakit (tanggal 25 Agustus 2010) alhamdulillah anakku diizinkan pulang. Betapa leganya dan bersyukurnya kami. Akhirnya, kami pun bisa kembali menikmati sahur dan berbuka puasa bersama keluarga dirumah.

Indahnya Ramadhan….

No comments:

Post a Comment

Related Post

FRIEND'S BANNER

Subscribe Now: google

Add to Google Reader or Homepage

Blog Archive

Jadwal Sholat

VISITOR

Followers

Tukeran link



Copy kode di bawah kedalam blog anda,dan saya akan segera link back.Mohon Konfirmasinya di shout box yah..

Kerja DiRumah

FeedBurner

About Me

My photo
Hi..Thanks to visit my blog,I'm a working mother with 3 adorable Kids and loving wife of my hubby :) .Currently still working at one company in Jakarta.Hopefully..can be a working at home Mom soon..:)_