Monday, April 12, 2010

Bahasa Cinta Anak

Manakah yang lebih penting menurut Anda : Orangtua yang merasa mencintai anaknya atau Anak yang merasa dicintai orangtuanya ?

Jika Anda jeli, Anda akan tahu bahwa yang lebih penting adalah yang kedua yaitu Anak yang merasa dicintai orangtuanya. Karena bila orangtua merasa mencintai anaknya, belum tentu anaknya merasa dicintai bukan ? Tetapi kalau anak yang merasa dicintai orangtuanya, sudah pasti orangtuanya mencintai anaknya.
Anehnya, problem yang seringkali ditemui adalah permasalahan yang sumbernya karena anak merasa tidak disayangi, tidak dicintai, tidak diterima oleh orangtuanya. Padahal orangtuanya bilang bahwa mereka benar benar sangat menyayangi anaknya. Anda mungkin jadi bertanya, kalau begitu kenapa anaknya merasa tidak dicintai ? Kok aneh dan kenapa bisa terjadi seperti itu ? Anda percaya saja, kasus atau kejadian seperti ini banyak sekali terjadi dan bisa saja terjadi pada Anda. Dan dalam banyak kasus orangtua tidak tahu apa salahnya mereka dan bagaimana memperbaikinya.
Anda perlu tahu bahwa anak yang bermasalah dalam hidupnya seperti terlibat perkelahian, narkoba, tidak percaya diri, tidak bisa bergaul, mudah putus asa, tidak berani mencoba dan banyak permasalahan anak lainnya, sumbernya seringkali karena dia tidak merasa dicintai atau diterima oleh orang-orang terdekatnya terutama orangtua. Ada banyak permasalahan yang terjadi karena komunikasi antara orangtua dan anak tidak terjalin dengan baik. Cara dan metode komunikasi yang bagus antara orangtua dan anak sangatlah penting bagi perkembangan diri si anak, salah satunya adalah dengan memahami bahasa cintanya.
Setiap anak memiliki bahasa cintanya sendiri-sendiri. Kalau Anda belum pernah mendengar istilah bahasa cinta, saya berikan ilustrasi. Bayangkan Anda bertemu dengan orang Jepang yang tidak bisa bahasa Indonesia dan Anda juga tidak mengerti bahasa Jepang, mulailah saling berbicara hm..hm… Apakah kira-kira Anda atau orang asing itu bakalan mengerti ? Dan berapa lama Anda tahan berbicara dengan seseorang yang tidak mengerti apa yang Anda katakan ?
Itulah yang sering terjadi antara orangtua dengan anak yang mempunyai bahasa cinta yang berbeda. Keduanya tidak akan saling mengerti apa yang dimaksud dan akhirnya percakapan hanya berlangsung singkat karena masing-masing merasa percuma ngomong, toh gak akan ngerti juga.
Bahasa cinta seorang anak adalah sebuah cara komunikasi yang sesuai dengan anak agar dia benar-benar merasa dicintai. Kata kunci disini adalah benar-benar karena anak tahu sih orangtuanya sayang dengannya tetapi anak tidak benar-benar merasa dicintai. Ok, ingin tahu apa saja sih bahasa cinta itu ?

Ada 5 bahasa cinta,
Setiap orang memiliki bahasa cinta yang dominan, sedangkan bahasa cinta yang lain adalah pendukung saja.
1.Sentuhan Fisik : memberikan sentuhan fisik seperti pelukan, ciuman di pipi,
bermain yang melibatkan sentuhan fisik dan lain-lain.
2.Kata-kata Pendukung : kata-kata positif dan mendukung pada anak.
3.Waktu Berkualitas : melakukan aktifitas bersama dengan anak tanpa ada orang lain.
4.Hadiah : memberikan hadiah kesukaannya.
5.Layanan : melayani kebutuhan anak yang penting baginya.




Saat kita mengetahui bahasa cinta anak kita, kita bisa berkomunikasi sesuai dengan bahasa cinta tersebut dan Anak akan benar-benar merasa dicintai. Anak yang merasa dicintai akan meningkatkan harga dirinya, kepercayaan diri juga meningkat, anak lebih ceria dan hubungannya dengan orangtua jauh lebih berkualitas. Bukankah itu semua yang kita mau ?
Yang penting perlu diketahui adalah mempelajari bahasa cinta itu membutuhkan waktu, demikian pula untuk menentukan bahasa cinta anak kita, membutuhkan waktu pengamatan paling tidak 2 minggu sampai dengan 1 bulan. Ok, jadi inilah cara-cara yang bisa kita gunakan untuk mengetahui bahasa cinta utama anak-anak kita.
1. Amati Cara Anak Mengungkapkan Cintanya kepada sebagai Orangtuanya. Anak Anak kecil cenderung mengungkapkan cintanya dengan bahasa cinta yang paling diinginkannya. Apabila anak berusia 5 hingga 8 tahun sering mengucapkan kata-kata penghargaan seperti “Ibu, saya senang sekali dengan makan malamnya” atau “Ayah, terima kasih ya atas bantuannya mengerjakan PR ku” atau “Mama, saya sayang Mama”, Anda boleh menduga dengan tepat bahwa bahasa cinta utamanya adalah kata-kata pendukung.
Metode identifikasi ini agak kurang efektif pada anak berusia 12 tahun keatas, terutama dengan mereka yang pernah berhasil memanipulasi yaitu anak mengetahui bahwa orangtua cenderung mengikuti kehendaknya bila dia mengucapkan kata-kata manis ke orangtuanya. Itu sebabnya metode ini paling baik digunakan pada anak berusia 5 hingga 10 tahun.
2. Amati Cara Anak Mengungkapkan Cintanya kepada Orang Lain. Apabila anak kelas satu selalu ingin memberi gurunya sesuatu (dari keinginan anak sendiri, bukan suruhan kita sebagai orangtua), hal ini mungkin menandakan bahwa bahasa cinta utamanya adalah menerima hadiah. Seorang anak yang bahasa cintanya adalah hadiah, akan senang luar biasa sewaktu ia menerima hadiah dan ingin orang lain juga menikmati kesenangan yang sama.
3. Mendengarkan Permintaan yang Paling Sering Diajukan Anak. Apabila anak seringkali mengajak kita bermain dengannya, mengajak orang tua berjalan-jalan bersama atau duduk dan membacakannya sebuah cerita, berarti ia sedang meminta waktu berkualitas. Apabila banyak permintaanya yang cocok dengan pola ini, kemungkinan besar bahasa cintanya adalah Waktu Berkualitas. Memang semua anak butuh perhatian dari orangtuanya, tetapi bagi anak yang bahasa cintanya adalah Waktu Berkualitas, jumlah permintaannya akan waktu bersama akan jauh lebih banyak daripada permintaan lain.
Apabila anak terus-menerus meminta kita komentar tentang hasil kerjanya seperti “Menurut mama gambar buatan saya ini bagaimana ? bagus gak ?” atau “Ma, aku pakai baju ini tampak cantik gak ma ?”, mungkin bahasa cintanya adalah Kata-kata Pendukung. Memang semua anak membutuhkan dan menginginkan kata-kata seperti ini tetapi anak yang punya bahasa cinta kata-kata pendukung cenderung permintaan ini yang dominan.
4. Perhatikan Keluhan yang Paling Sering Disampaikan oleh Anak. Jika anak sering Jika anak sering mengeluh tidak menerima sesuatu dari orangtuanya seperti “Ibu / Ayah tidak pernah punya waktu buat saya” atau “Ibu selalu harus merawat bayi” atau “Kita tidak pernah pergi bersama-sama”, kemungkinan bahasa cintanya adalah Waktu Berkualitas. Kalau dia hanya sekali-sekali mengeluhkan kurangnya waktu bersama, memang tidak langsung berarti bahasa cintanya adalah waktu berkualitas. Setiap anak kadangkala memang lagi suka mengeluh, tetapi bila pola keluhannya konsisten, itu dapat menjadi petunjuk dari bahasa cintanya.
5. Membiarkan Anak Memilih Satu dari Antara Dua. Anda bisa mengetahui bahasa Oran tua bisa mengetahui cinta utama anak kita dengan membuat dia memilih salah satu dari dua bahasa cinta. Sebagai contoh, seorang ayah mungkin berkata ke anaknya yang berusia sepuluh tahun “Budi, Ayah akan pulang lebih awal Kamis sore, kita bisa pergi mancing bersama atau membantumu memilih sepatu basket baru. Mana yang kau sukai ?” Anak mempunyai pilihan di antara Waktu Berkualitas dan Hadiah. Seorang ibu bisa mengatakan kepada puterinya “Sore ini ibu punya waktu luang, kita bisa jalan-jalan bersama atau memperbaiki rok barumu. Mana yang lebih kau sukai ?” Pilihan ini jelas adalah antara waktu berkualitas dan layanan. Pilihan-pilihan ini bisa memberi petunjuk tentang bahasa cinta anak anda.
Berikan beberapa pilihan selama beberapa minggu dan catatlah pilihan si anak. Apabila sebagaian besar pilihannya konsisten di salah satu bahasa cinta, kemungkinan besar Anda telah menemukan bahasa cinta anak Anda. Jika Anak anda tidak menginginkan kedua pilihan Anda, coba lagi dengan pilihan lain. Dengan waktu dan ketekunan, Anda akan menemukan pola yang konsisten ini.
Itulah 5 metode / cara yang bisa orang tua gunakan untuk mengetahui bahasa cinta utama anak. Dengan mengetahui bahasa cinta utama anak kita,maka sebagai orangtua kita akan memiliki sebuah cara yang efektif dalam mengisi tangki cinta anak – anak kita.
Selamat menjadi orangtua yang menjadi pujaan anak anda !

Source : http://www.sekolahorangtua.com

No comments:

Post a Comment

Related Post

FRIEND'S BANNER

Subscribe Now: google

Add to Google Reader or Homepage

Blog Archive

Jadwal Sholat

VISITOR

Followers

Tukeran link



Copy kode di bawah kedalam blog anda,dan saya akan segera link back.Mohon Konfirmasinya di shout box yah..

Kerja DiRumah

FeedBurner

About Me

My photo
Hi..Thanks to visit my blog,I'm a working mother with 3 adorable Kids and loving wife of my hubby :) .Currently still working at one company in Jakarta.Hopefully..can be a working at home Mom soon..:)_